Kamis, 11 Oktober 2012

Jangan Ulang Hari Itu

Karya Aiegustin Diansari Pranoto - “Saatnya untuk bangun, sekarang jam 05.00 tepat, waktunya untuk bangun !” Suara yang begitu nyaring terdengar dari jam weker yang terletak disebelah telingaku. Terbangun aku dari tidur yang nyenyak, hujan yang turun semalam masih meninggalkan hawa dingin yang membuatku enggan untuk melepas selimut. Satu hal yang menguatkanku untuk bangun hari ini. “Dia” yaah, cowok berpostur tinggi, hidung mancung, alis tebal, dengan setelan jaket biru yang biasa ia kenakan, yang selalu menjeputku di depan gang setiap pagi. Siapa lagi kalau bukan Kian Al-Farabi, pangeran tampan setampan romeo dan aku julietnya. Hahaha jelas saja aku berkata seperti itu, sebab cowo cuek yang gak romantic itu adalah pacarku. Tak ada satupun yang boleh mengejek pacar Iris Tantia, karena bagaimanapun aku sayang padanya.

Setelah semuanya siap, seperti biasanya pukul 06.30 pagi. Aku sudah harus stand by di depan gang. Karena dia gak suka yang namanya nunggu, jadi aku harus buru-buru tiap paginya. Setelah 10 menit menunggu.

“Eh ayok !!!” ujar Kian menghampiriku.

“Aaah…iya sabar.” Jawabku sambil tersenyum lebar.

Seperti biasanya aku langsung naik dan memegang erat jaket birunya itu. Aku dan dia selalu saja ngobrol disepanjang jalan, ntah apa-apa saja yang kami obrolkan akupun tidak tau, yang pasti bahan pembicaraan kami tidak ada habis-habisnya. Tapi hari ini aku heran, dia hanya diam saja dan berbicara seperlunya.

“Kamu kenapa sih?” tanyaku penasaran.

“Aku, gak kenapa-kenapa kok.” Jawabnya singkat.

“Ih, kamu kok diem aja daritadi?” ujarku

“Ya engga, aku cuman capek aja,” dijawabnya lagi dengan ekspresi datar.

Seperti biasa dia memarkirkan motornya paling depan. Setelah itu, kami jalan berdua menuju kelas masing-masing. Yaaah, aku dan dia beda kelas. Dia kelas XG sedangkan aku XE. Setelah 8 jam berada di sekolah, bell pun berdering kencang “kriiing..kriiing..kriing..” semua anak berhamburan keluar. Kurasakan hp di saku rokku bergetar, sudah kutebak pasti itu Kian. Sebuah pesan ingkat yang sudah tidak asing lagi ku terima.

“Kamu dimana? Ayok cepetan. Aku udah di parkiran.”

Dengan segera aku berlari dan meninggalkan teman-temanku. Sesampainya di parkiran aku langsung menuju kearahnya dan mengantarku pulang kerumah. Disepanjang jalan satu katapun tidak keluar baik dari mulutnya maupun dari mulutku. Aku bingung ada apa dengan dia.

Setiap magrib tidak lupa aku mengingatkannya untuk solat. Tapi aku heran, kenapa dia tidak membalasnya. Ketika aku sedang asik mendengar musik, tiba-tiba saja hpku bergetar. “Dreet..Dreet..” dengan segera aku mengambil hpku, karena ku tau itu pasti dia.

“Ris, ada kabar gak enak, kamu gak boleh sedih cukup aku yang sedih,” isi pesan singkatnya.

“Kamu kenapa? Ada apasih?” tanyaku penasaran.

“Aku mau pindah jauh ke Kalimantan.” Ujar Kian.

“Kamu bohong ya? Ah kamu becandanya basi.” Dengan segera aku membalasnya.

“Aku gak bohong Ris, ayah aku kemaren bilang. Kenaikan kelas. Satu bulan lagi aku pindah. Aku gak tega bilang ini ke kamu. Tapi mau gimana lagi, aku juga gak pengen gini.” Balasnya.

Tidak terasa air mataku jatuh begitu saja, bersamaan dengan lepasnya handphone dari genggamanku. “ Ini mimpi apa kenyataan sih? Ih gilak semuanya gilak !!!” air mataku terus berjatuhan tanpa diperintah. Langsung ku ambil handphoneku di lantai, tanpa berfikir panjang aku langsung menelphonnya.

“Kamu bohongan gak sih? Jawab serius!” kata-kata yang keluar pertama kali dari mulutku.

“Iris, aku minta maap sama kamu, aku gak maksut buat kamu sedih.” Ujar Kian.

Bibirku tak sanggup lagi untuk berbicara sepatah katapun. Langsung ku non aktifkan hpku dan melemparnya jauh dariku. Aku benar-benar tidak pernah menduga bahwa dia akan pindah. Kabar ini sungguh membuatku seperti kehilangan tulang-tulang rangka yang menopang tubuhku. Badan ku terasa sangat lemah, dan aku hanya bisa terduduk lemas sambil menggigit guling yang ada di genggamanku.

Pagi ini suara alarm kembali membangunkanku. Mataku terasa berat untuk dibuka, mungkin karena menangis semalam, sampai ku merasa kelopak mataku berat sekali seperti ditimpah batu gilingan cabe seberat 1 kg. ketika ku berkaca di cermin, langsung ku berlari ke kamar mandi dan mencuci mataku. Aku tak ingin dia tau kalau semalaman aku menangis.

Seperti biasanya kami berangkat bersama, tak ada satu katapun yang keluar saat itu. Karena aku berusaha menahan air mata yang selalu meronta ingin keluar. Aku pun selalu menundukkan kepalaku. Aku tak ingin dia melihat mataku yang bengkak ini. Ketika hampir sampai kelas aku mengajaknya berbicara.

“Kok pindah?” ujarku.

“Ayah pindah tugas.” Jawabnya singkat.

“Trus rumah kamu gimana?” ujarku penasaran.

“Di jual kata ayah,” jawabnya ringan.

Aku menggerutu dalam hatiku “ih,cowok ini enteng banget sih jawabnya, gak tau apa semaleman gua nyaris mati tenggelem di air mata!” Ketika sampai depan kelasnya, aku langsung lari dan menuju kelasku. Semua air mata jatuh tak tertahan lagi. Teman-temanku langsung menghampiriku, semua bertanya ada apa denganku.

Berat, Cuma itu yang sekarang ada di otakku. Dalam benakku, aku kesal sekali padanya. Hari demi hari berjalan tanpa terasa. Aku tak bisa bersikap seperti biasanya. Mata merah dan muka lusuh yang selalu terpasang di wajahku setiap harinya. Setiap malam, kebiasaan setiap harinya, selalu smsan dengan dia. Tidak lain sekarang yang dibahas yaaa tentang dia, kepindahannya, dan nasibku setelah itu. Satu hal yang menguatkanku ketika dia mengirimkan pesan singkat.

“Kamu tenang aja, dua taun lagi aku tunggu kamu di Jogja ya ris, kita kuliah disana. Kamu mau kan?”
Aku hanya bisa mengiyakan dan berharap dua tahun lagi itu jadi kenyataan. Tapi dua taun itu gak sebentar. Air mataku kembali menetes hingga ku terlelap dalam tidur dengan diiringi lagu Secondhand Serenade yang sama sekali tak kusukai awalnya. Tapi mungkin Stay Close Don’t Go lagu itu cocok dengan nasibku sekarang ini.

Aku membulatkan tanggalan di kalender untuk satu harinya. “Sebentar lagi” desahku sambil menghela nafas. Tentunya sisa waktu ini akan ku manfaatkan baik-baik. Aku dan Kian selalu kemana-mana berdua. Rasanya tak ingin bergeser satu detikpun dari sampingnya bila mengingat nanti mungkin tak seindah hari ini.

Di hamparan rerumputan dekat rumahku. Tempat biasa kami bersama. Ku rasakan kesejukan angin yang berhembus.

“Kalo kamu pindah nanti, kalo punya cewek baru jangan lupa sama aku ya Ki,” ujarku sambil memegang erat tangannya dan merebahkan kepalaku di pundaknya.

“Kalo aku pindah nanti, kamu gak boleh sama cowok laen ya, aku sayang kamu Ris. Janji ya !” jawabnya sambil menatap wajahku.

Percaya gak percaya mungkin dia masi bisa bilang sayang sekarang, tapi ntah untuk nanti. Buat LDR (Long Distance Relationship) sudah pasti dan kudu wajib ada yang bakal ngerasain sakit hati.
Hari ini, 16 Juni 2011, baju abu-abu yang melekat ditubuhku. Melengkapi kepucatan wajah dan beratnya mata yang menahan beban air ini. Aku berdiri di tengah keramaian. Yaaah.. hari ini aku berada di Bandara Radin Intan, sungguh akan menjadi tempat yang paling ku benci.

“Iris….,” ujar Kian.

Aku hanya menoleh dan tetesan air matapun tak bisa kutahan. Kudekap erat Kian dan aku sama sekali tidak ingin melepasnya.

“Aku sayang sama kamu. Kamu gak boleh pergi ! Bodok amat !” tak tahan lagi aku menahannya.

“Happy Anniversary 4 mounth sayang” ujarnya.

Aku baru sadar ternyata sudah 4 bulan kami bersama.

“Aku tunggu kamu di Jogja ya,” ujarnya kembali sambil perlahan melepaskan dekapanku.

“Aku mau kasih kamu ini, di pake ya Kian.”

Bungkusan kado berwarna merah berisi sweeter merah yang sudah lama kubelikan. Awalnya aku berniat akan memberikannya saat dia ulang tahun nanti. Langkah- langkah kecil itu membawanya pergi dan hilang dari penglihatanku. Sejenak kupejamkan mata dan suara pesawat itu membawanya pergi jauh dariku. Kisahku seperti sinetron yang tak pernah kuduga awalanya, entah apa yang harus kulakukan sekarang. Mungkin menepati janji-janji itu sampai mengunggu dua tahun lagi kalaupun tuhan mempertemukan kami. Selamat datang kesendirian. Selamat datang kesedihan.

“ I can see you if you are not with me I can say to my self if you are oke”



nama pengarang : Aiegustin Diansari Pranoto
asal sekolah : SMAN 9 Bandarlampung
alamat facebook : sekai_minto@yahoo.com / Aiegustin Diansari
alamat twitter : @aiegustin

Read more: http://cerpen.gen22.net/2011/12/jangan-ulang-hari-itu.html#ixzz293KqGziW

Cerita Pendek

ANTARA PERSAHABATAN & CINTA
Karya oleh :
“ D’aNgeL oF RizVia ”

SMP Nusa Bangsa yang semula terkesan damai dan syahdu, tiba-tiba pecah oleh hiruk pikuk para siswa. Semua pintu kelas telah terbuka lebar untuk siswa-siswi yang akan kembali ke rumah. Mereka tampak saling berebutan menuju halaman sekolah.


ANTARA PERSAHABATAN DAN CINTA
Di halaman sekolah, Livia, Zizy, A’yun, dan Qory sedang menunggu sahabat2 mereka yang lain, yaitu Arsya, Fian, Romi, Marvel, dan Nuri. Setelah kelima cowok itu datang, mereka segera pulang ke rumah bersama-sama. Itulah yang mereka lakukan setiap hari, berangkat sekolah, istirahat di kantin, bahkan pulang sekolah pun mereka bersama-sama, karena mereka semua bersahabat sejak kecil. Tapi lain bagi Arsya dan Marvel, karena Arsya adalah murid pindahan dari Indramayu, Jawa Barat. Sedangkan Marvel adalah mantan pacar Livia. Meski begitu, mereka tetap menjalin persahabatan dengan keduanya. Yah,, persahabatan sejak kecil, sekarang dan mungkin untuk selamanya.

Suatu hari di bulan April 2010, Livia mendapat masalah dengan pacarnya yaitu Arinal. Karena Arinal sudah tidak pernah menghubungi Livia lagi, dan itu yang membuat Livia menjadi sedih, Livia berpikir bahwa Arinal sudah tidak mencintai dia lagi, sudah berkali-kali Livia meminta pendapat pada ketiga sahabatnya, yaitu Zizy, A’yun, dan Qory, tapi mereka selalu meminta Livia untuk memutuskan hubungan dengannya dan mencari cowok yang lebih baik lagi, karena memang sudah sejak awal mereka tidak pernah menyetujui hubungan Livia dengan Arinal. Hingga Livia meminta pendapat pada sahabatnya yang lain, yaitu Arsya, Fian, dan Romi, tetapi jawaban mereka sama saja, Livia bingung dan sudah tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. Tetapi Arsya selalu menghiburnya, dia selalu memberikan motivasi kepada Livia, hingga sedikit demi sedikit hubungan mereka semakin dekat dan semakin akrab, dan kini Arsya lah yang menggantikan Arinal dalam inbox sms di hp-nya Livia. Dan lambat laun pula, timbul chemistry dalam hati mereka berdua.

Pada suatu hari, terjadilah pertengkaran antara Livia dengan Arsya, awalnya Arsya marah kepada Livia karena suatu hal, dan Livia sudah meminta maaf, tetapi Arsya berat untuk memaafkannya, hingga Livia nekat membohongi Arsya dengan cara menyamar menjadi seseorang yang bernama Vina agar dia bersedia memaafkan Livia. Awalnya Arsya percaya, dan pada suatu sore setelah pulang sekolah, hari itu hujan deras, Arsya meminta pada Livia untuk menemuinya di kebun belakang rumah, walau saat itu hujan deras, tapi Livia tetap datang dan dengan tubuh basah kuyup, disitulah Arsya memaafkan Livia. Setelah kejadian itu, hubungan mereka berdua kembali membaik seperti semula, hingga pada suatu hari, kebohongan Livia terbongkar, Arsya tahu bahwa selama ini Vina itu adalah Livia sendiri, dan Arsya berpikir bahwa Livia membohongi dirinya agar bisa memanfaatkannya untuk bisa memaafkan Livia, akhirnya terjadilah pertengkaran besar antara Arsya dan Livia, berkali-kali Livia meminta maaf pada Arsya tetapi Arsya menolak, hingga Livia pun menyerah dan dia membiarkan Arsya melampiaskan kekesalannya dengan cara menjauhi Livia dan berhenti menghubungi Livia. Sudah 1 minggu berlalu, Arsya masih tetap belum memaafkan Livia, dan pada suatu malam, Livia merenung sendiri di luar rumah, dia sedih karena sampai saat itu Arsya belum juga memaafkannya, dia juga sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menunggu keputusan Arsya untuk mau memaafkannya, tanpa tersadar dia menangis, sambil menatap bintang2 di langit malam, dia berdo’a kepada tuhan agar Arsya mau memaafkannya, tiba-tiba Livia mendapat sms dari Fitri, temannya yang 1 rumah dengannya, Romi, dan juga Arsya. Dalam sms itu, Fitri bertanya2 tentang Arsya, setelah mengetahui kejadian yang di alami oleh Livia dan Arsya, Fitri menyuruhnya untuk menghubungi Arsya lewat sms, tetapi Livia menolak karena dia tahu bahwa Arsya tidak akan membalasnya, dan dia takut Arsya akan marah padanya. Tapi Fitri terus mendesaknya. Akhirnya Livia memberanikan diri untuk menghubungi Arsya kembali, dan tidak disangka, Arsya membalas sms Livia, dan pada malam itulah Arsya kembali memaafkan Livia, dan pada saat itulah Livia tahu bahwa Arsya lah yang mendesaknya untuk menghubunginya dengan berpura2 menjadi Fitri. Sejak kejadian itu, Arsya semakin tahu dan mengenal siapa Livia sebenarnya, Arsya mengetahui semua sifat luar dan sifat dalam Livia. Dan sejak kejadian itu pula, Livia semakin merasa bahwa dia punya perasaan dengan sahabatnya, Arsya.

Di bulan Juni 2010, saat liburan akhir semester, Arsya pulang ke kota asalnya, yaitu Indramayu, walaupun Arsya dan Livia berjauhan, tetapi mereka tetap berhubungan lewat sms, dan pada suatu hari Livia menyatakan perasaannya kepada Arsya, Dia berterus terang bahwa dia mulai jatuh cinta padanya sejak kejadian pertengkaran itu, Livia berkata bahwa dia tidak bisa menahan lagi perasaannya, dia pikir perasaannya pada Arsya begitu kuat, dan ternyata Arsya membalas pernyataan cinta Livia, tak disangka bahwa Arsya pun mencintai Livia, tetapi sayangnya, cinta mereka tidak bisa bersatu, karena mereka berdua sama2 sudah ada yang punya, mereka berdua sama2 sudah mempunyai kekasih, dan mereka berdua juga tahu akan hal itu, akhirnya Arsya terpaksa memutuskan untuk tetap menjalin cinta dengan Livia tanpa status, dan tetap menjalani hubungan dengan kekasih masing2, dan Livia pun menyetujuinya karena sudah tidak ada cara lagi untuk mereka berdua, sedangkan mereka berdua sendiri tidak bisa mengakhiri cinta mereka begitu saja. Hal yang lain terjadi pada A’yun dan Fian, pada saat yang sama, Fian menyatakan cintanya kepada A’yun, tak disangka bahwa Fian sudah lama menyimpan perasaan cintanya itu selama 5 tahun, dan akhirnya A’yun pun menerimanya dan mereka resmi menjalin hubungan.

Yah, cinta yang berawal dari sebuah persahabatan. Dan hari-hari baru pun mulai mereka jalani bersama2. Sahabat2 mereka pun sudah mengetahui semua yang terjadi antara Livia dan Arsya dan mereka mendukungnya.

Seiring dengan berjalannya hubungan Livia dg Arsya, hubungan Livia dan Arinal tidak pula membaik, hubungan mereka semakin renggang, dan Livia pun semakin yakin bahwa yang dulu pernah dikatakan oleh ketiga sahabatnya itu adalah benar. Livia juga semakin yakin untuk memutuskan hubungannya dengan Arinal, tetapi Arsya selalu mencegahnya. Arsya tidak ingin Livia putus dengan Arinal yang disebabkan oleh kehadiran dirinya di tengah-tengah hubungan mereka berdua. Tetapi Livia tetap pada keputusannya. Awalnya Arsya mencegahnya, tetapi Livia meyakinkan Arsya bahwa keputusannya itu bukan semata-mata disebabkan oleh kehadiran Arsya dalam hidupnya, melainkan karena Livia memang sudah tidak lagi mencintai Arinal lagi, dan dia sudah terlanjur sakit hati karenanya. Akhirnya Arsya pun percaya dan mau menerima keputusan Livia dan sejak itu, status Livia menjadi single kembali.

Pada bulan Agustus 2010, Arsya pun mendapat masalah yang sama dengan kekasihnya Sella, hubungan mereka pun putus di tengah jalan, dikarenakan Sella terpaut hati dengan yang lain. Arsya sangat terpukul, dia sangat sedih dan kecewa dengan keputusan Sella, Arsya bingung harus bagaimana, dia pun menghubungi Livia dan menceritakan semua yang terjadi padanya, dalam hati Livia senang juga sedih, dia senang karena sudah tidak ada lagi yang memiliki Arsya dan itu memudahkannya untuk mendapatkan Arsya, tapi di lain hati dia juga sedih melihat Arsya yang sedih dan terpukul karenanya, Livia tak sampai hati melihat Arsya terpuruk dalam kesedihan seperti itu, Livia pun bingung harus berbuat apa, dia hanya bisa menghibur Arsya lewat sms, karena saat itu Arsya tak lagi bersamanya, Arsya kembali ke Indramayu, berkali-kali dan berhari-hari Livia terus menghibur Arsya, hingga Livia pikir Arsya mampu melupakan Sella begitu juga dengan kenang2annya. Tapi ternyata, tak semudah itu bagi Arsya untuk menjauhi Sella, bahkan melupakannya. Sudah 4 bulan berlalu sejak tragedi cinta Arsya di bulan ramadhan, hubungan Livia dengan Arsya pun semakin dekat, semakin membaik, dan semakin serius, tetapi Arsya masih belum bisa untuk menjadi milik Livia sepenuhnya, Livia pun hanya bisa pasrah menerima keadaan cintanya saat ini, karena dia tak mau terlalu memaksa Arsya untuk menjadi milik dia sepenuhnya. Pada bulan November 2010, Livia, Arsya, Fian dan semua sahabatnya merayakan hari ultah A’yun di rumahnya. 2 hari sebelum hari H, Livia dan sahabatnya yang lain merencanakan sesuatu untuk memberikan kejutan pada A’yun, dan ternyata kejutan itu pun sukses besar, hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan untuk A’yun dan Fian, Livia dan Arsya, dan juga sahabat2nya yang lain. Dan pada bulan ini juga, menjadi bulan yang sangat membahagiakan bagi Livia dan Arsya, karena di bulan ini, hubungan mereka semakin tumbuh harum mewangi, Arsya semakin menyayangi Livia, dari hari ke hari, sikap Arsya pada Livia pun semakin mesra dan romantic, begitu juga dengan Livia.

Tetapi sayangnya, keadaan itu tidak bertahan lama, mulai memasuki bulan Januari 2011, hubungan mereka pun renggang dikarenakan Livia mendengar kabar bahwa Arsya kembali dekat dengan mantan pacarnya, yaitu Sella. Kabar tersebut membuat Livia sangat kesal, bahkan Arsya pernah berduaan dengan Sella di depan kelas Livia, dan Livia melihatnya ketika kelas bubar, hingga Livia tidak mau keluar dan itu membuat teman-temannya keheranan.


“Kenapa kamu Liv..? koq nggak jadi keluar.. padahal kan kamu tadi bersemangat banget pengen pulang..” Kata Bella. “Tuh, liat aja sendiri, ada pemandangan yang bikin sakit hati.!!” Kata Livia kesal. Lalu Bella pun keluar dan melihat Arsya berduaan dengan Sella, dan menyindir mereka, “Ehm2, pacaran koq di sekolahan sich.. Inget2, ini sekolah, bukan tempat pacaran..!!” Sindir Bella. Dan mereka berdua pun pergi. Saat sampai di rumah, Arsya mendekati dan menggoda Livia, tetapi Livia malah menampakkan wajah kesalnya, hingga membuat Arsya terheran-heran dan bertanya pada Livia.

“Dek, kenapa sich..?? koq cuek gitu,,,” Tanya Arsya.

“Tau dech, pikir aja sendiri,,!!” Kata Livia kesal.

“Iiicch, marah ya.. Ada apa sich emangnya..??” Tanya Arsya bingung.

“Huh, udah puas ya tadi berduaan di depan kelas..!! Nggak tau malu banget sich..!! Bikin sakit hati aja..!!” Kata Livia marah.

“Berduaan..?? Ya ampun.. Jadi gara2 itu.. Gitu aja koq marah sich..” Kata Arsya.
 
“Kamu ini gimana sich, gimana nggak marah coba,! Aku pikir kamu udah bisa lupain si Sella, tapi ternyata ini malah berduaan, di depan kelas aku lagi,,!! Gila kamu ya..!!” Kata Livia yang semakin marah.

“Ya udah, aku minta maaf dech,, nggak akan ngulangin yang kayak gitu lagi,, maafin aku ya dek..” Kata Arsya meminta maaf.
 
“Tau ah..!! Udahlah, males aku ngomong sama kamu..!!” Kata Livia berlalu.

”Tunggu2.. Jangan gitu donk,, aku kan udah minta maaf, iya2 aku janji, maaafin aku ya My Princess..” Bujuk Arsya.

“Ya udah iya, aku maafin, tapi bener ya jangan di ulangin lagi, janji..!!” Kata Livia sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

“Iya, aku janji adekku tersayang..” Kata Arsya membalas. “Nah, sekarang senyum donk.. jangan cemberut gitu, jelek tau..” Kata Arsya lagi sambil mencubit pipi Livia.

“Hufft, iya sayang…” Kata Livia tersenyum senang.

Setelah kejadian itu, hubungan mereka pun kembali normal. Dan dari kejadian itu, dapat disimpulkan bahwa mereka berdua saling menyayangi, dan cinta mereka berdua begitu kuat, dan tak bisa terpisahkan. Dan mereka pun menjalani hari-hari indah seperti biasanya.

Pada bulan Februari 2011, terjadi pertengkaran kembali antara Livia dan Arsya, karena Arsya melihat dan mengetahui bahwa Livia kembali berkomunikasi dengan mantan pacarnya yaitu Marvel, Arsya cemburu begitu melihat Livia SMS_an dengan Marvel, Livia yang mengetahuinya segera meminta maaf pada Arsya, tetapi Arsya diam saja, seakan-akan dia tak mau memaafkan Livia, 5 hari Livia menjalani hari tanpa Arsya di sampingnya, Livia sedih dan meminta maaf kembali pada Arsya, bahkan Livia berkata bahwa dia tidak akan berhubungan lagi dengan Marvel, tak akan membalas sms Marvel lagi, dan bahkan akan menghapus nomer Marvel dari kontak HPnya, setelah mendengar pernyataan Livia itu, Arsya pun akhirnya mau memaafkan Livia. Dan pada bulan ini, LPP (Language Progress Program) di sekolah mereka mengadakan tour di Jogjakarta untuk menyelesaikan tugas terakhir mereka yaitu conversation dengan turis2 yang ada disana. Tetapi kini, hanya Livia dan Qory yang ikut, karena A’yun dan Zizy sudah sejak awal tidak mengikuti LPP. Saat berada dalam bis, Livia menghubungi Arsya, dia meminta maaf karena tidak sempat berpamitan dengan Arsya tadi saat di rumah, dan disitulah Livia berpamitan dengan Arsya, sekaligus meminta do’a agar selamat sampai tujuan juga selamat sampai di rumah dan agar lancar dalam menjalankan tugasnya saat disana. Setelah itu mereka melanjutkan SMS_annya, saat SMS_an itu, Livia berkata bahwa dalam bis itu dia sangat kedinginan, sedangkan sweaternya ada di dalam tas dan Livia tak bisa mengambilnya karena sweater itu ada di dasar tas, Arsya pun memberikan perhatiannya pada Livia dengan menyuruhnya untuk mengambil sweater itu meskipun ada di dasar tas, demi Livia agar tidak kedinginan lagi, dan selama dalam perjalanan tour itu Arsya selalu memberikan perhatian pada Livia hingga Livia kembali. Livia juga tidak lupa untuk memberi Arsya dan sahabat2nya oleh-oleh dari Jogja. Saat di Malioboro, Livia membelikan kaos hitam Jack Daniel dan souvenir berupa gantungan segitiga yang di dalamnya terdapat miniatur candi borobudur untuk Arsya. Begitu juga dengan sahabat2nya. Livia juga membelikan oleh-oleh berupa bakpia untuk sahabatnya juga untuk keluarganya, Livia pun sampai di rumah kembali pada pagi harinya.

Dan pada bulan Maret 2011, tepatnya pada tanggal 4 dan 5, Livia, Zizy dan A’yun pergi ke Malang untuk mengikuti Tes Penerimaan Siswa Unggulan Baru di MAN 3 MALANG, sebelum pergi, Livia menyempatkan untuk berpamitan dengan Arsya dan meminta dukungannya sekaligus do’a untuknya, begitu juga dengan A’yun dengan Fian, mereka juga meminta dukungan dan do’a kepada semua teman dan sahabatnya. Dan pada tanggal 10, Livia melihat pengumuman kelulusan tes tersebut, tapi ternyata, Livia, Zizy dan A’yun tidak lulus, Livia pun membicarakan hal itu dengan Arsya lewat sms, saat SMS_an itu, Livia berkata bahwa mereka bertiga tidak lulus dan Livia sangat sedih, lalu Arsya pun menghiburnya dengan berkata bahwa tidak semuanya yang kita inginkan bisa tercapai, dan itu semua membutuhkan proses, Arsya mengakui bahwa Livia adalah cewek yang pintar dan cerdas, dan Arsya yakin bahwa Livia dan yang lainnya pasti bisa diterima pada tes regulernya, Arsya berkata bahwa dia bangga bisa mempunyai cewek seperti Livia yang pintar, karena dia tahu kalau Malang itu adalah tempat sekolahnya anak-anak yang pintar,, mendengar hal itu, Livia menjadi semangat dan tidak bersedih lagi, Livia pun berterima kasih pada Arsya karena sudah memberinya dukungan dan semangat.

Pada tanggal 23 Maret, Livia merayakan ultahnya bersama dengan Arsya, A’yun, Fian, Romi, Bella, dan Ana. Dua hari sebelumnya tepatnya tanggal 21 Maret, A’yun mempunyai rencana untuk ngerjain Livia habis2an, saat malamnya, Livia mengirim SMS pada Arsya, tetapi Arsya tidak membalasnya, setelah agak lama, Arsya membalas dan meminta maaf karena dia telat, Arsya berkata bahwa dia keasyikan SMSan dengan Lia, cewek Indramayu tetangganya, Livia pun kesal dan marah pada Arsya, dan saat itu juga, A’yun sms Livia, dia berkata bahwa dia sangat marah sekali dengan Arsya karena siang tadi Arsya mencubit pipinya di depan Fian, dan sekarang A’yun bertengkar dengan Fian, A’yun pun meminta tolong pada Livia agar Livia mau membantunya membicarakan masalah ini dengan Arsya, Livia pun bingung harus bagaimana, karena saat itu Livia juga sedang bermasalah dengan Arsya. Keesokan paginya, Livia bertemu dengan A’yun di sekolah, A’yun marah2 pada Livia karena perbuatan Arsya kemarin, Akhirnya Livia berjanji untuk membantunya, saat itu juga, Arsya ngerjain Livia lagi, sehingga membuat Livia makin sedih, dan malam harinya, Livia berkata pada Arsya lewat SMS tentang masalah A’yun itu, lalu Arsya meminta nomer A’yun untuk meminta maaf, setelah agak lama, Livia merasa sudah mengantuk dan dia ketiduran, tapi Arsya membangunkan Livia, Arsya melarang Livia tidur karena Arsya kesepian dan tak bisa tidur, Arsya meminta Livia untuk tetap menemaninya malam itu, Livia pun terpaksa menyetujuinya. Pada pukul 12.00 malam tepat, Hp Livia berdering, seseorang menelponnya, dia memakai privat number, Livia pun mengangkatnya, “Surprise..!!!” Ternyata itu adalah Arsya, Arsya mengucapkan met ultah pada Livia, Livia sangat bahagia sekali, Arsya bercerita bahwa Lia, dan masalah A’yun dan Fian itu adalah bagian dari sandiwara mereka untuk memberikan surprise ini padanya, Arsya juga berkata bahwa dia menelponnya karena dia ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan met ultah ke Livia. Pada keesokan harinya tepatnya tanggal 23 Maret, setelah pulang sekolah, Livia, Ana, Bella, dan teman2 lainnya yang tergabung dalam kelompok dance Livia mengadakan latihan di rumahnya, saat perjalanan menuju rumah Livia, Ana menyiram Livia dengan air yang dibawa oleh Ana dari rumah, Livia sangat terkejut, tapi Livia tak bisa lari, setelah sampai di rumah, Ana menariknya sampai di kamar mandi dan menyiram Livia kembali, Livia sangat malu, karena disitu ada Arsya dan Fian. Setelah itu Livia mengganti bajunya dan mulai latihan kembali. Tiba2 A’yun datang, dan langsung menuju ke atas menemui Fian pacarnya, Arsya dan Romi, setelah itu dia turun lagi menemui Ana dan meminta Ana untuk menemaninya ke atas. Setelah agak lama, Ana kembali turun memanggil Livia dan mengajaknya ke atas juga, saat di atas, Ana mengajak Livia untuk membicarakan sesuatu tentang kelompok dancenya di luar, tiba2 dari belakang Arsya menyiramnya, disusul dengan siraman dari A’yun, Fian, Romi, Ana dan Bella, Livia sangat terkejut juga bahagia, setelah penyiraman selesai, tiba2 Arsya datang di hadapan Livia dengan membawa sebuah kado di tangannya. Arsya mengucapkan met ultah sekali lagi pada Livia, dan memberikan kado tersebut padanya, dan Arsya menyuruh Livia untuk membukanya. Dan ternyata isinya adalah sebuah jam tangan dan di dalamnya terdapat surat, Livia pun membacanya, dan Arsya meminta Livia untuk segera memakai jam tangan itu, tetapi Livia menolaknya karena jam tangan itu terlalu besar untuk ukuran tangan Livia, tetapi Livia berjanji akan segera memakainya, setelah itu A’yun dan Fian yang memberinya kado, isinya adalah 1 boneka semut besar, 1 boneka teddy kecil dan gantungan. Setelah semua teman2 Livia sudah pulang, Marvel , mantan pacar Livia datang untuk mengucapkan met ultah pada Livia. Setelah agak lama mengobrol, akhirnya Marvel pun pulang. Malam harinya saat SMSan, Arsya berkata bahwa dia sangat bahagia karena bisa merayakan hari ultah Livia, dia berkata bahwa dia sangat bahagia ketika melihat Livia tersenyum dan tertawa bahagia seperti tadi dan berharap bahwa hari bahagia itu akan selalu terjadi, sehingga Arsya selalu bisa melihat Livia tersenyum selalu. Hari itu menjadi hari yang sangat membahagiakan buat Livia, Arsya, dan sahabat2nya.

Pada akhir bulan Maret 2011 itu, Livia dan Arsya juga semua sahabat2nya mengikuti ujian Try out UN. Dan pada tanggal 9 April, Livia mengajak Fian untuk ikut memberikan surprise di hari ultah Arsya, pada pukul 10.00, Livia naik keatas untuk menemui dan memberikan kejutan itu untuk Arsya, dengan membawa kue ultah buatannya sendiri, disertai dengan nyanyian ultah ala Livia, membuat Arsya terkejut dan tersentuh hatinya, setelah itu Livia menyuruh Arsya untuk meniup lilinnya dan memakan kuenya, tetapi Arsya malah memberikan potongan kue pertamanya tersebut pada Livia dan menyuapinya, setelah itu baru Arsya meminta Livia untuk balik menyuapinya, Livia sangat bahagia, begitu juga Arsya yang merasa bahagia dengan adanya surprise dari Livia. Setelah agak lama, tiba2 Fian datang dan langsung melempar tepung yang ada di genggamannya pada Arsya, belum puas dengan lemparan tepung itu, Fian pun melemparkan tepung itu juga pada Livia, hingga mereka berdua sama-sama belepotan karena lemparan tepung itu, saat melihat Livia yang wajahnya penuh dengan tepung, Arsya pun tertawa dan mengusap wajah Livia dengan tangannya, membersihkan tepung itu dari wajahnya, begitu juga Livia, dia pun mengusapkan tangannya pada wajah Arsya yang penuh dengan tepung. Setelah selesai membersihkan wajah masing-masing, Arsya menggenggam tangan Livia dan berterima kasih pada Livia karena telah memberikan surprise itu padanya, dia berkata bahwa dia sangat bahagia sekali hari itu, lalu Arsya mencium kedua tangan Livia hingga membuat Livia tersipu malu. Dan pada awal bulan Mei, Arsya meminta izin pada Livia untuk pergi, pulang ke rumah asalnya di Indramayu. Awalnya Livia berpikir untuk tidak mengizinkan Arsya pergi, tetapi Livia memikirkan kebahagiaan Arsya juga, Livia berpikir bahwa Arsya butuh istirahat di rumah asalnya, dan akhirnya Livia pun mengizinkannya. Dan Arsya pun berterima kasih pada Livia dan mencium pipi Livia. Livia tersipu malu dan merasa bahagia. Tepat di hari perginya Arsya, Livia diminta oleh sahabatnya Fian untuk menemani dia mengantar kepergian Arsya ke stasiun. Awalnya Livia ragu2 karena pada saat itu adik Livia sakit keras dan Livia diminta untuk menjaga adiknya itu di rumah sakit. Karena Livia tidak ingin melewatkan kesempatan indah itu, akhirnya Livia meminta izin pada kedua orang tuanya dengan alasan reuni alumni, dan Livia pun ikut mengantar kepergian Arsya ke stasiun bersama dengan Fian. Sebenarnya Arsya tidak mengizinkan Fian untuk mengajak Livia ikut serta mengantarnya karena dia takut akan terjadi sesuatu yang buruk padanya saat di jalan nanti, tetapi Fian tetap bersikeras untuk mengajak Livia dan dia berkata bahwa tidak akan terjadi apapun pada Livia dan dia juga berjanji untuk menjaga Livia saat di jalan nanti, dan akhirnya Arsya pun menyetujuinya dengan terpaksa. Saat tiba di stasiun, Arsya pun mengucapkan kata terakhirnya sebelum meninggalkan Livia pergi. Dia berpesan pada Livia untuk selalu menjaga kesehatannya selama tak ada Arsya disampingnya, dan selalu mengingat Arsya dimanapun dan kapanpun, dan akan selalu menjaga hati dan cintanya hanya untuk Arsya sampai saatnya Arsya kembali. Livia pun menyetujuinya dan berjanji akan melakukan semua yang diminta oleh Arsya. Begitupun sebaliknya dengan Arsya. Kemudian Arsya pun mencium pipi dan kening Livia dan mengucapkan salam perpisahan padanya. Dan setelah itu Arsya pergi meninggalkan Livia dan Fian menuju kedalam peron. Setelah Arsya masuk, Livia dan Fian pun pulang.

Satu minggu berlalu Livia jalani hari-harinya tanpa Arsya, tapi walaupun mereka berjauhan, mereka tetap saling memberi kabar, saling sms_an, saling merindu, dan masih tetap saling menjaga perasaan masing-masing. Tetapi, kebahagiaan yang Livia rasakan tidak bertahan lama, sampai suatu hari ada sebuah kejadian yang membuat hubungan mereka hancur berkeping-keping.

Satu minggu sudah Livia menanti kabar dari Arsya yang tak kunjung membalas satupun sms dari Livia. Livia sangat sedih dan tak hentinya memikirkan Arsya. Sampai suatu hari, Livia mengirim sms pada Arsya yang berisi bahwa Livia sudah tidak kuat lagi menahan semua penderitaan yang sudah dia alami, Dia berkata bahwa lebih baik Livia pergi dari hidup ini dan tak kembali untuk selama-lamanya, dan Livia pikir Arsya akan tetap bahagia dan mungkin akan lebih bahagia jika melihat dan mendengar bahwa dirinya sudah tiada, dan tidak akan ada lagi yang mengganggu kehidupannya, dan terakhir Livia mengucapkan selamat tinggal untuk selama-lamanya pada Arsya. Disertai dengan tangisan dan keputus-asaan, Livia mengirimkan sms itu pada Arsya dan mulai mengambil sebuah cutter yang digunakan untuk melukai lengannya sendiri. Tapi sayangnya, Arsya tidak menggubris sms Livia, Livia semakin sedih dan semakin menggores lengannya. Sahabatnya, A’yun dan Fian yang mengetahui hal itu langsung mengirim sms pada Livia dan bertanya apa yang terjadi padanya. Tapi Livia tidak menjawabnya, A’yun dan Fian semakin takut jika terjadi hal yang buruk yang menimpa Livia. Esok paginya, A’yun dan Fian datang ke rumah Livia untuk memastikan keadaan Livia, saat A’yun masuk ke kamar Livia, A’yun menemukan Livia tergeletak dengan lengan penuh darah, A’yun terkejut dan menjerit hingga Fian datang menyusul ke kamar, begitupun dengan Fian, dia sangat terkejut melihat Livia tergeletak lemas disana. Lalu tanpa pikir panjang, A’yun segera menyuruh Fian untuk mengangkatnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, Livia pun dirawat dan dokter berkata bahwa Livia kehilangan banyak darah, hingga dia harus melakukan transfusi darah dan sayangnya, persediaan darah di rumah sakit sedang kosong. A’yun dan Fian terkejut, mereka sangat sedih dengan apa yang menimpa sahabatnya, Livia. Mereka semakin sedih saat tahu bahwa darah mereka tidak ada yang cocok untuk di donorkan pada Livia dan satu-satunya orang yang darahnya cocok untuk di donorkan darahnya hanyalah Arsya. Fian pun bertanya pada dokter sampai kapan Livia bisa bertahan menunggu adanya donor darah tersebut, dan dokter pun menjawab bahwa Livia masih bisa bertahan selama 3 jam. Mendengar pernyataan dari dokter, Fian segera menelpon Arsya dan memberi kabar padanya tentang keadaan Livia yang kritis saat ini. Setelah berbicara panjang lebar, Fian kembali dengan tangan kosong, tanpa hasil, Arsya tidak bisa datang saat itu juga karena sibuk, dan meminta maaf pada mereka karena tidak bisa menolong Livia. Fian sangat kecewa dan sangat marah pada Arsya, tetapi A’yun menenangkannya dan mengajak Fian untuk tetap mencari donor darah untuk Livia. Saat A’yun dan Fian sudah hampir menyerah dan waktu sudah hampir habis, tiba2 Marvel datang dan berkata bahwa darahnya cocok dengan Livia dan dia bersedia untuk mendonorkan darahnya pada Livia. A’yun dan Fian sangat senang dan meminta Marvel untuk menemui dokter. Setelah tranfusi darah selesai dilakukan, dokter berkata bahwa keadaan Livia berangsung-angsur membaik. Mereka bertiga pun senang dan bersyukur bahwa sahabatnya akan sembuh, A’yun dan Fian juga berterima kasih pada Marvel telah membantu mereka juga Livia. Dan mereka pun bergantian menjaga Livia di rumah sakit. 3 hari sudah Livia jalani hari-hari buruknya di rumah sakit dan kini dia sudah kembali ke rumah. A’yun pun bertanya pada Livia apa yang terjadi padanya, dan mengapa Livia menggoreskan cutter tajam ke lengannya sendiri. Livia pun menceritakan apa yang terjadi padanya dan Arsya. Mendengar cerita Livia, Fian jadi semakin marah pada Arsya, tiba2 Livia menerima sms dari Arsya, dalam sms itu, Arsya marah2 pada Livia karena sms Livia dulu, dia berkata bahwa saat itu Arsya pergi jalan2 dengan teman2nya disana dan dia tidak membawa hp, hp nya dia tinggalkan di rumah dan sms Livia saat itu di buka dan dibaca oleh orang tua Arsya, hingga saat Arsya pulang, orang tuanya memarahi Arsya. Livia sangat sedih dengan sms Arsya, dia sedih kenapa Arsya tidak bisa memahami keadaan Livia dan malah memarahinya saat dia baru saja melewati masa-masa buruknya. Setelah perdebatan yang panjang dengan Livia, akhirnya Arsya berkata pada Livia bahwa lebih baik hubungan mereka hanya sebatas teman biasa saja, tidak lebih karena Arsya menyadari bahwa dirinya tidak bisa membahagiakan Livia dan malah membuatnya terluka, Livia pun tidak setuju dengan pernyataan Arsya dan berkata bahwa selama ini Livia tidak pernah merasa dilukai oleh Arsya dan semua yang terjadi padanya itu bukan semata-mata karena Arsya, tetapi karena kesalahan dirinya sendiri. Livia juga meminta maaf pada Arsya karena telah membuat dia dimarahi oleh orang tuanya dan meminta Arsya untuk menarik kata-katanya tadi. Livia juga menjelaskan bahwa jika Arsya merubah hubungan mereka menjadi sebatas teman biasa saja, Livia akan semakin sedih dan terluka, Livia akan lebih bahagia jika masih tetap bisa bersama dengan Arsya hingga sampai tiba saatnya nanti mereka harus berpisah. Arsya bingung dan tak bisa memutuskan hari itu juga, dan Arsya pun mohon diri pada Livia untuk mengakhiri sms tersebut. Dan diakhir sms, Arsya masih memberikan kiss bye nya untuk Livia. 1 hari setelah kejadian itu, Livia mencoba menghubungi Arsya kembali, dan Livia sangat bersyukur karena Arsya masih mau membalas sms nya, dan Arsya masih mau memaafkan Livia dan tetap mengizinkan Livia untuk memanggilnya dengan sebutan “Maz”. Dan 2 hari setelah itu, Livia dan Fian mengikuti rekreasi ArSemA(Arek Sembilan A) ke Malang dengan tujuan ke beberapa tempat, yaitu Masjid Turen, Wendit, Pasar Lawang dan terakhir adalah Wisata makam Sunan Ampel di Surabaya. Awalnya Livia pergi dengan perasaan bahagia, karena dia bisa pergi bersenang-senang dengan teman2 dan sahabat2nya. Saat perjalanan pulang, dia mencoba untuk menghubungi Arsya karena saat itu dia sangat merindukan Arsya. Tetapi ternyata Arsya menjawab sms itu dengan jawaban yang tidak pernah diharapkan oleh Livia, di sms itu dia malah memarahi Livia karena dia masih memanggil namanya dengan sebutan “Maz”, dan Arsya meminta pada Livia untuk tidak memanggilnya dengan sebutan itu lagi, Livia sangat sedih dan meminta maaf pada Arsya dan mencoba untuk menjelaskannya tetapi Arsya tidak peduli dan malah mengakhiri sms itu. Livia benar2 sedih dan menceritakan kejadian itu pada sahabatnya, Fian. Fian terkejut dan mencoba untuk membantu Livia karena dia merasa kasihan dengannya, Fian mencoba untuk menghubungi Arsya tetapi semuanya sia-sia, karena Arsya sama sekali tidak menggubris mereka. Livia semakin sedih, melihat hal itu, Fian segera menghubungi A’yun untuk datang menghibur Livia, tetapi semua itu juga sia-sia. Berkali-kali Livia mencoba menghubungi Arsya, tetapi Arsya benar-benar tidak memperhatikannya, bahkan Livia sempat berpikir bahwa Arsya sudah tidak mencintainya lagi, dia berpikir bahwa Arsya sudah memiliki kekasih hati yang baru, yang membuat Livia semakin sedih, hancur dan terluka. Pada malam harinya, Livia mencoba menghubungi Arsya kembali, dan akhirnya Arsya mau mengangkatnya, dan disitu Livia meminta maaf pada Arsya atas semua kesalahan yang telah dia perbuat selama ini, dan menanyakan sebab Arsya tidak mengizinkannya lagi memanggil dengan sebutan “Maz”. Tetapi Livia malah mendapatkan jawaban yang tidak pernah diinginkan olehnya. Arsya memaafkan tetapi dia tidak mau memberikan alasan kenapa dia tidak lagi mengizinkan Livia memanggilnya dengan sebutan “Maz” lagi, Arsya hanya berkata bahwa lebih baik hubungan mereka berdua hanya sebatas teman biasa saja, dan tak bisa melanjutkannya lagi, dan mengenai alasan, Arsya tidak mau menjawabnya, dia hanya diam saja. Livia sangat sedih dan mencoba membujuk Arsya, Livia berusaha untuk membuat Arsya merubah keputusannya, tetapi Arsya tidak peduli dan tetap pada keputusannya. Hal itu membuat Livia meneteskan airmatanya, dan menangis memohon2 pada Arsya, tetapi sayangnya Arsya tidak bisa merubah keputusannya itu, dan Arsya pun mengakhiri pembicaraan itu. Sepeninggal Arsya, Livia terus meneteskan airmatanya hingga membuat matanya bengkak. Livia sangat sedih dan terpukul saat mendengar langsung keputusan Arsya untuk mengakhiri hubungan mereka yang sudah terlanjur mereka jalani dengan hati yang tulus dan suci.

Esok paginya, Livia menceritakan semua kejadian yang telah dia alami pada sahabat2nya, mereka semua sangat terkejut dan tak percaya dengan apa yang Livia ceritakan. Fian, Marvel, A’yun dan Qory geram pada Arsya atas apa yang sudah dia lakukan pada Livia. Dulu, mereka sangat mempercayai Arsya untuk menjadi pengganti Arinal, untuk menjadi kekasih hati Livia, mereka sangat mendukung Arsya, tetapi sekarang, mereka benar2 geram pada Arsya dan merasa menyesal telah mempercayakan semua itu pada Arsya. Fian dan Marvel adalah orang yang pertama kali merasa kecewa dan marah pada Arsya, karena Fian mewakili ke-4 sahabat Livia pernah memberikan kepercayaan seutuhnya pada Arsya untuk selalu menjaga Livia, menjaga hati juga cintanya, tetapi semua itu malah di salah gunakan oleh Arsya dan mengkhianati Livia. Sedangkan Marvel, sebagai cinta pertama Livia dan orang yang pernah mengisi relung hati Livia yang juga telah memberikan kepercayaan pada Arsya untuk selalu menjaga dan mencintai Livia sepenuh hatinya, dan memberikan janji untuk tidak menyakiti hati Livia dan mengkhianatinya. Kemudian, mereka mencoba untuk menghibur Livia dan berkata untuk tidak terlalu terpuruk dalam kesedihannya, karena mereka yakin bahwa apa yang dilakukan oleh Arsya itu demi kebahagiaan Livia juga. Akhirnya Livia pun mendengarkan nasihat sahabat2nya dan mencoba untuk menerima semua takdir yang telah diberikan untuknya dan Livia juga akan selalu menanti kedatangan Arsya kembali.

2 Minggu kemudian, terdengar kabar bahwa Arsya telah kembali dan hal itu membuat Livia senang, tetapi Livia kembali teringat dengan apa yang telah terjadi diantara mereka berdua, hingga membuat Livia kembali bersedih dan mencoba untuk menjaga jarak dengan Arsya. Saat itu, adalah hari2 terakhir Livia bisa berkumpul dan bertemu dengan teman2nya, yaitu Romi dan terutama dengan Arsya, karena 3 hari setelah itu, akan diadakan acara wisuda tahun 2010/2011 di sekolah Livia. Sebenarnya Livia ingin menciptakan lebih banyak kenangan manis lagi dengan sahabat2nya, begitu pula dengan Arsya, tetapi hal itu sangat tidak mungkin, mengingat hal yang sudah terjadi antara Livia dan Arsya, hingga Livia pun menyerah dan tak mau memaksakan kehendak Arsya, walaupun begitu dia juga harus tetap bersyukur karena pernah diberikan kesempatan yang sangat tak ternilai harganya dan tak terhitung banyaknya untuk bisa menciptakan kenangan manis itu berdua dengan Arsya.

Tibalah saatnya untuk Livia berpisah dengan semua sahabat2nya setelah acara prosesi wisuda selesai. Saat di pertengahan acara, Livia sempat menangis sesenggukan karena mengingat banyaknya kenangan manis yang telah mereka buat bersama yang saat itu juga harus dia tinggalkan. Dan pada akhir acara, Livia tak mau kehilangan kesempatan untuk berfoto ria bersama sahabat2nya, bercanda dengan mereka untuk yang ke terakhir kalinya sebelum mereka semua pergi meninggalkannya begitu juga sebaliknya. Tetapi hanya 1 orang yang menolak untuk foto dengannya saat itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Arsya sendiri, padahal Fian, Romi, Marvel, dan Nuri mau memberikan kesempatan pada Livia untuk foto bersama diri mereka secara bergantian, setelah Arsya dibujuk rayu dan akhirnya dia tetap menolak ajakan itu, Livia pun menyerah dan membiarkan Arsya dalam kesenangannya sendiri. Dari jauh Livia menangis melepaskan kepergian Arsya dan dari jauh pula Livia mengucapkan selamat tinggal pada Arsya untuk selama-lamanya.
===== THE END =====

 Lirik lagu Adele-Some like You

I heard that you’re settled down
That you found a girl and you’re married now
I heard that your dreams came true
Guess she gave you things I didn’t give to you

Old friend, why are you so shy?
It ain’t like you to hold back or hide from the lie

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn’t stay away, I couldn’t fight it
I hoped you’d see my face & that you’d be reminded
That for me, it isn’t over

Nevermind, I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me, I beg, I remember you said
"Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead"
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead, yeah

You’d know how the time flies
Only yesterday was the time of our lives
We were born and raised in a summery haze
Bound by the surprise of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn’t stay away, I couldn’t fight it
lyricsalls.blogspot.com
I hoped you’d see my face & that you’d be reminded
That for me, it isn’t over yet

Nevermind, I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me, I beg, I remember you said
"Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead", yay

Nothing compares, no worries or cares
Regret’s and mistakes they’re memories made
Who would have known how bittersweet this would taste?

Nevermind, I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me, I beg, I remembered you said
"Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead"

Nevermind, I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me, I beg, I remembered you said
"Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead"
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead, yeah
                                                              Lirik Lagu CCC girls-Missing you

Dulu aku tinggalkanmu
Dulu aku lupakanmu
Dan aku berpaling untuknya
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Maaf sayang ku tak tahu
Betapa kau cinta aku
Kini ku sadari ku salah
Please baby come back
Baby i’m missing you lately
Missing you here with me
Never let you go away
Don’t wanna lose you again
Baby tataplah mataku
Coba rasakan cintaku
Ku berjanji kan selalu setia
Bersama selamanya
Aku kan selalu di sini
Menunggu kau kembali
Ku tak akan berpaling
Tulus ku berjanji
Baby i’m missing you lately
Missing you here with me
Never let you go away
Don’t wanna lose you again
Oh baby baby tak akan lagi
Kau lihat diriku dulu
Kini ku kan selalu di sisi
Bersamamu sampai akhir
Baby i’m missing you lately
Missing you here with me
Never let you go away
Don’t wanna lose you again
Baby i’m missing you lately
Missing you here with me
Never let you go away
Don’t wanna lose you again
Don’t wanna lose you again
Don’t wanna lose you again

Senin, 01 Oktober 2012

gimana si masukmya hindu budha ke indonesia

Pada permulaan tarikh masehi, di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi, yaitu India dan Cina. Kedua negeri ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik. Arus lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. Indonesia yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera, serta berada di dekat Selat Malaka memiliki keuntungan, yaitu:
  1. Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing, seperti India, Cina, Arab, dan Persia,
  2. Kesempatan melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka lebar,
  3. Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas, dan
  4. Pengaruh asing masuk ke Indonesia, seperti Hindu-Budha.
Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia, yaitu dalam bentuk budaya Hindu. Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan para ahli tentang proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia.

1. Hipotesis Brahmana
Hipotesis ini mengungkapkan bahwa kaum brahmana amat berperan dalam upaya penyebaran budaya Hindu di Indonesia. Para brahmana mendapat undangan dari penguasa Indonesia untuk menobatkan raja dan memimpin upacara-upacara keagamaan. Pendukung hipotesis ini adalah Van Leur.

2. Hipotesis Ksatria
Pada hipotesis ksatria, peranan penyebaran agama dan budaya Hindu dilakukan oleh kaum ksatria. Menurut hipotesis ini, di masa lampau di India sering terjadi peperangan antargolongan di dalam masyarakat. Para prajurit yang kalah atau jenuh menghadapi perang, lantas meninggalkan India. Rupanya, diantara mereka ada pula yang sampai ke wilayah Indonesia. Mereka inilah yang kemudian berusaha mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggalnya. Di tempat itu pula terjadi proses penyebaran agama dan budaya Hindu. F.D.K. Bosch adalah salah seorang pendukung hipotesis ksatria.

3. Hipotesis Waisya
Menurut para pendukung hipotesis waisya, kaum waisya yang berasal dari kelompok pedagang telah berperan dalam menyebarkan budaya Hindu ke Nusantara. Para pedagang banyak berhubungan dengan para penguasa beserta rakyatnya. Jalinan hubungan itu telah membuka peluang bagi terjadinya proses penyebaran budaya Hindu. N.J. Krom adalah salah satu pendukung dari hipotesis waisya.

4. Hipotesis Sudra
Von van Faber mengungkapkan bahwa peperangan yang tejadi di India telah menyebabkan golongan sudra menjadi orang buangan. Mereka kemudian meninggalkan India dengan mengikuti kaum waisya. Dengan jumlah yang besar, diduga golongan sudralah yang memberi andil dalam penyebaran budaya Hindu ke Nusantara.

Selain pendapat di atas, para ahli menduga banyak pemuda di wilayah Indonesia yang belajar agama Hindu dan Buddha ke India. Di perantauan mereka mendirikan organisasi yang disebut Sanggha. Setelah memperoleh ilmu yang banyak, mereka kembali untuk menyebarkannya. Pendapat semacam ini disebut Teori Arus Balik.
Pada umumnya para ahli cenderung kepada pendapat yang menyatakan bahwa masuknya budaya Hindu ke Indonesia itu dibawa dan disebarluaskan oleh orang-orang Indonesia sendiri. Bukti tertua pengaruh budaya India di Indonesia adalah penemuan arca perunggu Buddha di daerah Sempaga (Sulawesi Selatan). Dilihat dari bentuknya, arca ini mempunyai langgam yang sama dengan arca yang dibuat di Amarawati (India). Para ahli memperkirakan, arca Buddha tersebut merupakan barang dagangan atau barang persembahan untuk bangunan suci agama Buddha. Selain itu, banyak pula ditemukan prasasti tertua dalam bahasa Sanskerta dan Malayu kuno. Berita yang disampaikan prasasti-prasasti itu memberi petunjuk bahwa budaya Hindu menyebar di Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi.
Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Buddha dari India telah mengubah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan.

1. Agama
Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat di Indonesia telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Masyarakat mulai menerima sistem kepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Buddha sejak berinteraksi dengan orang-orang India. Budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan, misalnya dalam hal tata krama, upacara-upacara pemujaan, dan bentuk tempat peribadatan.

2. Pemerintahan
Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan, seperti Kutai, Tarumanegara, dan Sriwijaya.

3. Arsitektur
Salah satu tradisi megalitikum adalah bangunan punden berundak-undak. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan Candi Borobudur, akan terlihat bahwa bangunannya berbentuk limas yang berundak-undak. Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya India-Indonesia.

4. Bahasa
Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti yang sebagian besar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa Sanskerta itu. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa Sanskerta, yaitu Pancasila, Dasa Dharma, Kartika Eka Paksi, Parasamya Purnakarya Nugraha, dan sebagainya.

5. Sastra
Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab Ramayana dan Mahabharata. Adanya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya sendiri. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia adalah:
  1. Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa,
  2. Sutasoma, karya Mpu Tantular, dan
  3. Negarakertagama, karya Mpu Prapanca.

Agama Hindu
Agama Hindu berkembang di India pada ± tahun 1500 SM. Sumber ajaran Hindu terdapat dalam kitab sucinya yaitu Weda. Kitab Weda terdiri atas 4 Samhita atau “himpunan” yaitu:
  1. Reg Weda, berisi syair puji-pujian kepada para dewa.
  2. Sama Weda, berisi nyanyian-nyanyian suci.
  3. Yajur Weda, berisi mantera-mantera untuk upacara keselamatan.
  4. Atharwa Weda, berisi doa-doa untuk penyembuhan penyakit.
Di samping kitab Weda, umat Hindu juga memiliki kitab suci lainnya yaitu:
  1. Kitab Brahmana, berisi ajaran tentang hal-hal sesaji.
  2. Kitab Upanishad, berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup.
Agama Hindu menganut polytheisme (menyembah banyak dewa), diantaranya Trimurti atau “Kesatuan Tiga Dewa Tertinggi” yaitu:
  1. Dewa Brahmana, sebagai dewa pencipta.
  2. Dewa Wisnu, sebagai dewa pemelihara dan pelindung.
  3. Dewa Siwa, sebagai dewa perusak.
Selain Dewa Trimurti, ada pula dewa yang banyak dipuja yaitu Dewa Indra pembawa hujan yang sangat penting untuk pertanian, serta Dewa Agni (api) yang berguna untuk memasak dan upacara-upacara keagamaan. Menurut agama Hindu masyarakat dibedakan menjadi 4 tingkatan atau kasta yang disebut Caturwarna yaitu:
  1. Kasta Brahmana, terdiri dari para pendeta.
  2. Kasta Ksatria, terdiri dari raja, keluarga raja, dan bangsawan.
  3. Kasta Waisya, terdiri dari para pedagang, dan buruh menengah.
  4. Kasta Sudra, terdiri dari para petani, buruh kecil, dan budak.
Selain 4 kasta tersebut terdapat pula golongan pharia atau candala, yaitu orang di luar kasta yang telah melanggar aturan-aturan kasta.
Orang-orang Hindu memilih tempat yang dianggap suci misalnya, Benares sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa serta Sungai Gangga yang airnya dapat mensucikan dosa umat Hindu, sehingga bisa mencapai puncak nirwana.


Agama Buddha

Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun ± 531 SM. Ayahnya seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. Buddha artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara.
Kitab suci agama Buddha yaitu Tripittaka artinya “Tiga Keranjang” yang ditulis dengan bahasa Poli. Adapun yang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah:
  1. Winayapittaka : Berisi peraturan-peraturan dan hukum yang harus dijalankan oleh umat Buddha.
  2. Sutrantapittaka : Berisi wejangan-wejangan atau ajaran dari sang Buddha.
  3. Abhidarmapittaka : Berisi penjelasan tentang soal-soal keagamaan.
Pemeluk Buddha wajib melaksanakan Tri Dharma atau “Tiga Kebaktian” yaitu:
  1. Buddha yaitu berbakti kepada Buddha.
  2. Dharma yaitu berbakti kepada ajaran-ajaran Buddha.
  3. Sangga yaitu berbakti kepada pemeluk-pemeluk Buddha.
Disamping itu agar orang dapat mencapai nirwana harus mengikuti 8 (delapan) jalan kebenaran atau Astavidha yaitu:
  1. Pandangan yang benar.
  2. Niat yang benar.
  3. Perkataan yang benar.
  4. Perbuatan yang benar.
  5. Penghidupan yang benar.
  6. Usaha yang benar.
  7. Perhatian yang benar.
  8. Bersemedi yang benar.
Karena munculnya berbagai penafsiran dari ajaran Buddha, akhirnya menumbuhkan dua aliran dalam agama Buddha yaitu:
  1. Buddha Hinayana, yaitu setiap orang dapat mencapai nirwana atas usahanya sendiri.
  2. Buddha Mahayana, yaitu orang dapat mencapai nirwana dengan usaha bersama dan saling membantu.
Pemeluk Buddha juga memiliki tempat-tempat yang dianggap suci dan keramat yaitu:
  1. Kapilawastu, yaitu tempat lahirnya Sang Buddha.
  2. Bodh Gaya, yaitu tempat Sang Buddha bersemedi dan memperoleh Bodhi.
  3. Sarnath/ Benares, yaitu tempat Sang Buddha mengajarkan ajarannya pertama kali.
  4. Kusinagara, yaitu tempat wafatnya Sang Buddha.

Gimana si pandangan orang pacaran menurut hukum islam

Assallamuallaikum wr wb....
Istilah pacaran tidak bisa lepas dari remaja, karena salah satu ciri
remaja yang menonjol adalah rasa senang kepada lawan jenis disertai
keinginan untuk memiliki. Pada masa ini, seorang remaja biasanya
mulai "naksir" lawan jenisnya. Lalu ia berupaya melakukan pendekatan
untuk mendapatkan kesempatan mengungkapkan isi hatinya. Setelah
pendekatannya berhasil dan gayung bersambut, lalu keduanya mulai
berpacaran.

Pacaran dapat diartikan bermacam-macam, tetapi intinya adalah
jalinan cinta antara seorang remaja dengan lawan jenisnya. Praktik
pacaran juga bermacam-macam, ada yang sekedar berkirim surat,
telepon, menjemput, mengantar atau menemani pergi ke suatu tempat,
apel, sampai ada yang layaknya pasangan suami istri.

Di kalangan remaja sekarang ini, pacaran menjadi identitas yang
sangat dibanggakan. Biasanya seorang remaja akan bangga dan percaya
diri jika sudah memiliki pacar. Sebaliknya remaja yang belum
memiliki pacar dianggap kurang gaul. Karena itu, mencari pacar di
kalangan remaja tidak saja menjadi kebutuhan biologis tetapi juga
menjadi kebutuhan sosiologis. Maka tidak heran, kalau sekarang
mayoritas remaja sudah memiliki teman spesial yang disebut "pacar".

Lalu bagaimana pacaran dalam pandangan Islam???
Istilah pacaran sebenarnya tidak dikenal dalam Islam. Untuk istilah
hubungan percintaan antara laki-laki dan perempuan pranikah, Islam
mengenalkan istilah "khitbah (meminang". Ketika seorang laki-laki
menyukai seorang perempuan, maka ia harus mengkhitbahnya dengan
maksud akan menikahinya pada waktu dekat. Selama masa khitbah,
keduanya harus menjaga agar jangan sampai melanggar aturan-aturan
yang telah ditetapkan oleh Islam, seperti berduaan, memperbincangkan
aurat, menyentuh, mencium, memandang dengan nafsu, dan melakukan
selayaknya suami istri.

Ada perbedaan yang mencolok antara pacaran dengan khitbah. Pacaran
tidak berkaitan dengan perencanaan pernikahan, sedangkan khitbah
merupakan tahapan untuk menuju pernikahan. Persamaan keduanya
merupakan hubungan percintaan antara dua insan berlainan jenis yang
tidak dalam ikatan perkawinan.
Dari sisi persamaannya, sebenarnya hampir tidak ada perbedaan antara
pacaran dan khitbah. Keduanya akan terkait dengan bagaimana orang
mempraktikkannya. Jika selama masa khitbah, pergaulan antara laki-
laki dan perempuan melanggar batas-batas yang telah ditentukan
Islam, maka itu pun haram. Demikian juga pacaran, jika orang dalam
berpacarannya melakukan hal-hal yang dilarang oleh Islam, maka hal
itu haram.

Jika seseorang menyatakan cinta pada lawan jenisnya yang tidak
dimaksudkan untuk menikahinya saat itu atau dalam waktu dekat,
apakah hukumnya haram? Tentu tidak, karena rasa cinta adalah fitrah
yang diberikan allah, sebagaimana dalam firman-Nya berikut:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung
dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa
kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Rum: 21)

Allah telah menjadikan rasa cinta dalam diri manusia baik pada laki-
laki maupun perempuan. Dengan adanya rasa cinta, manusia bisa hidup
berpasang-pasangan. Adanya pernikahan tentu harus didahului rasa
cinta. Seandainya tidak ada cinta, pasti tidak ada orang yang mau
membangun rumah tangga. Seperti halnya hewan, mereka memiliki
instink seksualitas tetapi tidak memiliki rasa cinta, sehingga
setiap kali bisa berganti pasangan. Hewan tidak membangun rumah
tangga.
Menyatakan cinta sebagai kejujuran hati tidak bertentangan dengan
syariat Islam. Karena tidak ada satu pun ayat atau hadis yang
secara eksplisit atau implisit melarangnya. Islam hanya memberikan
batasan-batasan antara yang boleh dan yang tidak boleh dalam
hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri.

Di antara batasan-batasan tersebut ialah:

1. Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kepada zina
Allah SWT berfirman, "Dan janganlah kamu mendekati zina:
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu
jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32) Maksud ayat ini, janganlah kamu
melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa menjerumuskan kamu pada
perbuatan zina. Di antara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan
dengan lawan jenis ditempat yang sepi, bersentuhan termasuk
bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.

2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahramnya
Rasulullah SAW bersabda, "Lebih baik memegang besi yang panas
daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau
ia tahu akan berat siksaannya). "

3. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya
Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahramnya untuk berdua-duan.
Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan
yang tidak mahramnya, karena ketiganya adalah setan." (HR. Ahmad)

4. Harus menjaga mata atau pandangan
Sebab mata kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang
sering membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah
berfirman, "Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka
memalingkan pandangan (dari yang haram) dan menjaga kehormatan
mereka.....Dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka
meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan
mereka..." (QS. An-Nur: 30-31)
Yang dimaksudkan menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan,
tidak melepaskan pandangan begitu saja apalagi memandangi lawan
jenis penuh dengan gelora nafsu.

5. Menutup aurat
Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang
memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk
suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah
dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak
wangi yang baunya semerbak, memakai "make up" dan sebagainya setiap
langkahnya dikutuk oleh para Malaikat, dan setiap laki-laki yang
memandangnya sama dengan berzina dengannya. Di hari kiamat nanti
perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apa lagi
masuk surga)
Selagi batasan di atas tidak dilanggar, maka pacaran hukumnya boleh.
Tetapi persoalannya mungkinkah pacaran tanpa berpandang-pandanga n,
berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan lain sebagainya. Kalau
mungkin silakan berpacaran, tetapi kalau tidak mungkin maka jangan
sekali-kali berpacaran karena azab yang pedih siap menanti Anda.
Wassallamu`allaikumsallam wr wb...

Cara Buat Blog gratis dan Mudah

Langkah awal untuk membuat sebuah blog gratis adalah :


1. Sobat diwajibkan memiliki sebuah alamat email, saran saya pakailah layanan gmail dari google. untuk membuat email dari layanan google tersebut anda bisa langsung menuju ke Gmail, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.


2. Langkah selanjutnya isi data data diform yang disediakan, jangan lupa paling bawah klik Saya menyetujui persyaratan layanan dan kebijakan privacy google, setelah itu klik Langkah berikutnya lihat gambar dibawah.

3. Selanjutnya, klik kirim kode Verifikasi. lihat lagi gambar dibawah ya :)


4. sekarang cek ponsel anda, jika belum ada kode verifikasi dari google bisa dicoba lagi beberapa menit kemudian, gambar dibawah menggunakan modem, jadi kode verifikasinya langsung bisa di lihat dilayar laptop saya.

5. Masukin deh kode verifikasinya seperti dibawah ini


6. Selamat datang di akun Gmail anda, lalu klik Lanjutkan ke Gmail ya....



7. Sampai disini proses pembuatan akun Gmail sudah berhasil, sekarang ketahap selanjutnya ya...proses pembuatan blog. yaudah tanpa basa basi langsung buka tab baru di browser sobat ya, atau bisa langsung menekan (ctrl + T) buka blogger.com ya.... tinggal isi email dan sandi yang sama seperti di akun Gmail tadi. lalu klik Masuk


8. selanjutnya pilih Opsi profil blogger sobat, jika hanya membuat blogger sebaiknya klik yg sebelah kanan. lalu klik lanjutkan ke blogger.



9. Sampai tahap ini sobat sudah sukses membuat akun blog, tapi sekarang tampilan awal blogger berubah. yang pasti lebih baru dan fresh. namun untuk sobat yang belum terbiasa dengan tampilan baru ini dapat merubahnya ke tampilan yang lama. caranya lihat gambar dibawah ini ya... lalu klik Antarmuka Blogger Lawas.


10. Nanti akan berubah seperti dibawah ini, lalu klik Ciptakan Blog Anda



10. Beri Nama dan Alamat blog yg di inginkan, lalu klik Lanjutkan. lihat gambar di bawah ya


11. Selanjutnya pilih template awal yg sobat inginkan ya (ini hanya tampilan awal, nanti bisa diganti lagi koq) .... lalu klik Lanjutkan ya ....


 12. Alhamdulillah ...akhirnya blog baru sudah jadi, sering sering di update ya blognya, tulislah apa yg ingin sobat tulis dan sobat tahu. berbagi itu indah loh.... ^_^




13. Selamat Berkarya ya sob, oiya bagi sobat yang ingin tulisan hasil karyanya di publikasi di blog ini silahkan kirimkan artikel sobat ke email (indra_andriyadi@yahoo.com) jangan lupa link facebook kamu ya.  dengan catatan artikel merupakan hasil karya sendiri dan bukan hasil copy paste dari blog lain.

14. Selanjutnya baca juga artikel saya mengenai Cara Menghasilkan Uang Dari Blog

eeehhhhh...ada yang ketinggalan, like fanspage Aingindra dong jika artikel ini membantu sobat dalam membuat blog. satu like dari sobat merupakan semangat bagi saya untuk terus ngeblog. ini loh fanspagenya http://www.facebook.com/pages/Aingindracom/124028757616653


NB : Untuk sobat yang ada kesulitan dalam proses pembuatan blog, disini kami membuka jasa pembuatan Blog dengan pilihan domain sendiri contohnya seperti blog ini www.aingindra.com ataupun yang hanya menggunakan domain gratisan, contohnya www.namablogkamu.blogspot.com. Untuk pertanyaan ataupun Order bisa menghubungi contact kami dibawah ini.

Tags : cara membuat blog pribadi, cara membuat blog sendiri, cara membuat blog di blogspot, cara membuat blog di blogger, belajar membuat blog gratis, cara membuat blog di wordpress, cara membuat blog gratis di wordpress, cara membuat blog gratis di internet, cara buat blog mudah.
Mampir Kesini ya, bagi sobat yang mau belajar Cara Membuat Blog

Cari Blog Ini